Pembagian Euclid

Pada setiap pembagian bilangan bulat a oleh bilangan bulat b dimana b≠0, pasti ada tepat satu pasangan bilangan bulat q dan r, dimana q adalah hasil bagi (quotient) dan r adalah sisa bagi (remainder), yang memenuhi a=b⁢q+r dan 0≤r<|b|

Tentu saja, jika r=0 maka maknanya adalah tidak ada sisa bagi. Istilah yang biasa digunakan adalah "a habis dibagi oleh b" atau "b habis membagi a".

Agar lebih jelas, perhatikan contoh-contoh di bawah.

Contoh

Contoh 1

Nyatakan pembagian 23 oleh 4 dalam pembagian Euclid.

Pembagian 23 oleh 4 dinyatakan sebagai 23=4⋅5+3
Hasil bagi (quotient) q=5
Sisa bagi (remainder) r=3

Makna paragraf di atas menurut teorema Pembagian Euclid adalah:

  1. Pembagian 23 oleh 4 pasti bisa dinyatakan dalam bentuk 23=4⋅q+r dimana 0≤r<4
  2. Satu-satunya solusi yang memenuhi adalah q=5 dan r=3

Contoh 2

Nyatakan pembagian −17 oleh 5 dalam pembagian Euclid.

Pembagian −17 oleh 5 dinyatakan sebagai −17=5⋅(−4)+3
Hasil bagi (quotient) q=−4
Sisa bagi (remainder) r=3

Makna paragraf di atas menurut teorema Pembagian Euclid adalah:

  1. Pembagian −17 oleh 5 pasti bisa dinyatakan dalam bentuk −17=5⋅q+r dimana 0≤r<5
  2. Satu-satunya solusi yang memenuhi adalah q=−4 dan r=3

Contoh 3

Nyatakan pembagian 29 oleh −6 dalam pembagian Euclid.

Pembagian 29 oleh −6 dinyatakan sebagai 29=(−6)⋅(−4)+5
Hasil bagi (quotient) q=−4
Sisa bagi (remainder) r=5

Makna paragraf di atas menurut teorema Pembagian Euclid adalah:

  1. Pembagian 29 oleh −6 pasti bisa dinyatakan dalam bentuk 29=(−6)⋅q+r dimana 0≤r<6
  2. Satu-satunya solusi yang memenuhi adalah q=−4 dan r=5

Contoh 4

Nyatakan pembagian −27 oleh −6 dalam pembagian Euclid.

Pembagian −27 oleh −6 dinyatakan sebagai −27=(−6)⋅5+3
Hasil bagi (quotient) q=5
Sisa bagi (remainder) r=3

Makna paragraf di atas menurut teorema Pembagian Euclid adalah:

  1. Pembagian −27 oleh −6 pasti bisa dinyatakan dalam bentuk −27=(−6)⋅q+r dimana 0≤r<6
  2. Satu-satunya solusi yang memenuhi adalah q=5 dan r=3

Contoh 5

Nyatakan pembagian 18 oleh −3 dalam pembagian Euclid.

Pembagian 18 oleh −3 dinyatakan sebagai 18=(−3)⋅(−6)+0
Hasil bagi (quotient) q=−6
Sisa bagi (remainder) r=0

Makna paragraf di atas menurut teorema Pembagian Euclid adalah:

  1. Pembagian 18 oleh −3 pasti bisa dinyatakan dalam bentuk 18=(−3)⋅q+r dimana 0≤r<3
  2. Satu-satunya solusi yang memenuhi adalah q=−6 dan r=0

Tambahan: karena r=0, berarti 18 habis dibagi oleh −3

Contoh 6

Nyatakan pembagian 12 oleh 4 dalam pembagian Euclid.

Pembagian 12 oleh 4 dinyatakan sebagai 12=4⋅3+0
Hasil bagi (quotient) q=3
Sisa bagi (remainder) r=0

Makna paragraf di atas menurut teorema Pembagian Euclid adalah:

  1. Pembagian 12 oleh 4 pasti bisa dinyatakan dalam bentuk 12=4⋅q+r dimana 0≤r<4
  2. Satu-satunya solusi yang memenuhi adalah q=3 dan r=0

Tambahan: Karena r=0, berarti 4 habis membagi 12

Contoh 7

Nyatakan pembagian 3 oleh 10 dalam pembagian Euclid.

Pembagian 3 oleh 10 dinyatakan sebagai 3=10⋅0+3
Hasil bagi (quotient) q=0
Sisa bagi (remainder) r=3

Makna paragraf di atas menurut teorema Pembagian Euclid adalah:

  1. Pembagian 3 oleh 10 pasti bisa dinyatakan dalam bentuk 3=10⋅q+r dimana 0≤r<10
  2. Satu-satunya solusi yang memenuhi adalah q=0 dan r=3

Contoh 8

Nyatakan pembagian −4 oleh −22 dalam pembagian Euclid.

Pembagian −4 oleh −22 dinyatakan sebagai −4=(−22)⋅1+18
Hasil bagi (quotient) q=1
Sisa bagi (remainder) r=18

Makna paragraf di atas menurut teorema Pembagian Euclid adalah:

  1. Pembagian −4 oleh −22 pasti bisa dinyatakan dalam bentuk −4=(−22)⋅q+r dimana 0≤r<22
  2. Satu-satunya solusi yang memenuhi adalah q=1 dan r=18

Contoh 9

Nyatakan pembagian −25 oleh 90 dalam pembagian Euclid.

Pembagian −25 oleh 90 dinyatakan sebagai −25=90⋅(−1)+65
Hasil bagi (quotient) q=−1
Sisa bagi (remainder) r=65

Makna paragraf di atas menurut teorema Pembagian Euclid adalah:

  1. Pembagian −25 oleh 90 pasti bisa dinyatakan dalam bentuk −25=90⋅q+r dimana 0≤r<90
  2. Satu-satunya solusi yang memenuhi adalah q=−1 dan r=65

Contoh 10

Nyatakan pembagian 17 oleh −10 dalam pembagian Euclid.

Pembagian 17 oleh −10 dinyatakan sebagai 17=(−10)⋅(−1)+7
Hasil bagi (quotient) q=−1
Sisa bagi (remainder) r=7

Makna paragraf di atas menurut teorema Pembagian Euclid adalah:

  1. Pembagian 17 oleh −10 pasti bisa dinyatakan dalam bentuk 17=(−10)⋅q+r dimana 0≤r<10
  2. Satu-satunya solusi yang memenuhi adalah q=−1 dan r=7

Contoh 11

Nyatakan pembagian 0 oleh 3 dalam pembagian Euclid.

Pembagian 0 oleh 3 dinyatakan sebagai 0=3⋅0+0
Hasil bagi (quotient) q=0
Sisa bagi (remainder) r=0

Makna paragraf di atas menurut teorema Pembagian Euclid adalah:

  1. Pembagian 0 oleh 3 pasti bisa dinyatakan dalam bentuk 0=3⋅q+r dimana 0≤r<3
  2. Satu-satunya solusi yang memenuhi adalah q=0 dan r=0

Bukti

Dari sekian banyak contoh yang diberikan di atas, rasanya Teorema Pembagian Euclid benar. Tetapi seribu contoh bukan bukti. Pembuktian secara umum harus diberikan agar teorema ini boleh diterima kebenarannya. Pembuktian secara umum (general) dan ketat (rigour) diberikan di bawah.

Ada dua hal yang harus dibuktikan, yaitu ada dan tunggal.

Maksudnya "ada" adalah bukti existence, yaitu:
Pada setiap pembagian bilangan bulat a oleh bilangan bulat b dimana b≠0, pasti ada tepat satu pasangan bilangan bulat (q,r) yang memenuhi a=b⁢q+r dan 0≤r<|b|

Maksudnya "tunggal" adalah bukti uniqeness, yaitu:
Pada setiap pembagian bilangan bulat a oleh bilangan bulat b dimana b≠0, pasti ada tepat satu pasangan bilangan bulat (q,r) yang memenuhi a=b⁢q+r dan 0≤r<|b|

Bukti Ada

Mula-mula, lupakan dulu batasan (constraint) 0≤r<|b|

Karena tidak ada batasan, maka ada tak terhingga banyaknya cara menuliskan bilangan bulat a, yaitu dengan mengambil nilai q yang berbeda-beda. Akibatnya, ada tak terhingga banyaknya r seperti di bawah ini.

a=b⁢q1+r1
a=b⁢q2+r2
a=b⁢q3+r3
...
a=b⁢qn+rn

Sekarang, simpan semua r ke dalam sebuah himpunan. Katakanlah nama himpunan ini R, yaitu R={r1,r2,r3,…,rn}

Lalu, masukkan kembali batasan pertama r≥0 dengan cara membuang semua r yang lebih kecil dari 0. Sekarang semua anggota himpunan R pasti lebih besar atau sama dengan 0.

Karena sudah diberi batas bawah, maka sekarang himpunan R pasti punya anggota himpunan terkecil. Katakanlah anggota himpunan yang terkecil ini namanya rk

Di bawah akan dibuktikan bahwa rk<|b| dengan menggunakan teknik kontradiksi.

Kasus b tidak negatif

Asumsikan rk≥b dimana b≥0

Karena a=b⁢qk+rk dan rk≥b, maka:
a−b⁢qk≥b
a−b⁢qk−b≥0
a−b⁢(qk+1)≥0

Misalkan qk+1=qj maka a−b⁢qj≥0

Karena a bisa juga dinyatakan sebagai a=b⁢qj+rj dan karena a−b⁢qj≥0 maka rj≥0

Karena rj≥0 maka rj pasti anggota himpunan R.

Sekarang, akan ditunjukkan bahwa rj<rk

rj<rk
a−b⁢qj<a−b⁢qk
a−b⁢(qk+1)<a−b⁢qk
a−b⁢qk−b<a−b⁢qk
−b<0

Terbukti sudah rj<rk

Berarti rk bukan anggota himpunan terkecil. Terjadi kontradiksi. Dengan demikian, asumsi awal rk≥b salah.

Kasus b negatif

Asumsikan rk≥−b dimana b<0

Karena a=b⁢qk+rk dan rk≥−b, maka:
a−b⁢qk≥−b
a−b⁢qk+b≥0
a−b⁢(qk−1)≥0

Misalkan qk−1=qj maka a−b⁢qj≥0

Karena a bisa juga dinyatakan sebagai a=b⁢qj+rj dan karena a−b⁢qj≥0 maka rj≥0

Karena rj≥0 maka rj pasti anggota himpunan R.

Sekarang akan ditunjukkan bahwa rj<rk

rj<rk
a−b⁢qj<a−b⁢qk
a−b⁢(qk−1)<a−b⁢qk
a−b⁢qk+b<a−b⁢qk
b<0

Terbukti sudah rj<rk

Berarti rk bukan anggota himpunan terkecil. Terjadi kontradiksi juga. Dengan demikian, asumsi awal rk≥−b salah.

Lengkaplah sudah bukti pertama. Pasti ada pasangan bilangan bulat (q,r) yang memenuhi a=b⁢q+r dan 0≤r<|b|

Bukti Tunggal

Misalkan ada dua pasangan bilangan bulat yang memenuhi, yaitu (q1,r1) dan (q2,r2)

Karena
a=b⁢q1+r1
a=b⁢q2+r2

Maka b⁢(q1−q2)=r2−r1

Maknanya, b habis membagi r2−r1

Karena b habis membagi r2−r1 maka |b| pasti juga habis membagi r2−r1

Karena |b|>r2≥0 dan |b|>r1≥0 maka |b|>r2−r1>−|b|

Mungkinkah |b| membagi habis bilangan yang lebih kecil darinya?

Mungkin saja. Ada satu kemungkinan dimana |b| habis membagi bilangan yang lebih kecil darinya, yaitu pada saat |b| membagi 0.

Artinya, satu-satunya kemungkinan dimana |b| habis membagi r2−r1 adalah pada saat r1=r2

Karena r1=r2 maka b⁢(q1−q2)=0

Karena b≠0 maka q1=q2

Sampai disini sudah diperoleh q1=q2 dan r1=r2

Artinya, dua buah pasangan (q1,r1) dan (q2,r2) adalah pasangan yang sama.

Artinya, tidak mungkin ada lebih dari satu pasangan bilangan bulat (q,r) yang memenuhi

Dengan demikian, bukti kedua sudah selesai. Pasti ada tepat satu pasangan bilangan bulat (q,r) yang memenuhi a=b⁢q+r dan 0≤r<|b|

Last updated: 16 August 2026