Sifat GCD (6)

gcd(a+k⁢b,b)=gcd(a,b) dimana a,b,k∈ℤ

Ini adalah sifat GCD yang sering dipakai dalam menyelesaikan soal teori bilangan.

Contoh

Contoh 1

Carilah faktor persekutuan terbesar dari 582 dan 27

Menggunakan Teorema

Karena 582=15+21⋅27 maka

gcd(582,27)=gcd(15+21⋅27,27)
gcd(582,27)=gcd(15,27)
gcd(582,27)=3

Menggunakan Faktor

582=2⋅3⋅97
27=33

Dari faktor-faktor di atas, diperoleh gcd(582,27)=3

Bukti

Misalkan:
d=gcd(a,b)
e=gcd(a+k⁢b,b)

Ide utama pembuktian ini adalah membuktikan bahwa:

Jika d habis membagi e dan begitu juga sebaliknya e habis membagi d, maka d=e

Membuktikan d habis membagi e

Karena d=gcd(a,b) maka d pasti habis membagi a dan b yaitu:
a=d⁢m
b=d⁢n

a+k⁢b=d⁢m+k⁢d⁢n
a+k⁢b=d⁢(m+k⁢n)

Terlihat jelas bahwa d adalah salah satu faktor dari a+k⁢b

Karena a+k⁢b dan b keduanya mempunyai faktor d, maka GCD dari a+k⁢b dan b, yaitu e, pasti juga mempunyai faktor d.

Artinya d pasti habis membagi e.

Membuktikan e habis membagi d

Karena e=gcd(a+k⁢b,b) maka e pasti habis membagi a+k⁢b dan b yaitu:
a+k⁢b=e⁢m
b=e⁢n

a=e⁢m−k⁢b
a=e⁢m−k⁢e⁢n
a=e⁢(m−k⁢n)

Terlihat jelas bahwa e adalah salah satu faktor dari a

Karena a dan b keduanya mempunyai faktor e, maka GCD dari a dan b, yaitu d, pasti juga mempunyai faktor e.

Artinya e pasti habis membagi d.

Kesimpulan

Karena d habis membagi e dan begitu juga sebaliknya e habis membagi d, maka d=e

Last updated: 16 August 2026