Pembagian Euclid Dalam Polinomial
Konsep Pembagian Euclid juga berlaku di dalam polinomial.
Pada setiap pembagian polinomial oleh polinomial , pasti ada tepat satu pasangan polinomial dan , dimana adalah polinomial hasil bagi (quotient) dan adalah polinomial sisa bagi (remainder) yang memenuhi , dimana atau
Penjelasan
adalah fungsi untuk menentukan derajat (degree) tertinggi dari polinomial
Sebagai contoh:
Jika maka , maknanya adalah polinomial derajat 2.
Jika maka , maknanya adalah polinomial derajat 3.
Dan seterusnya..
Hal yang harus diperhatikan di dalam teorema ini adalah sisa bagi .
Jika artinya habis dibagi oleh .
Jika maka derajat harus lebih kecil dari . Jika masih belum lebih kecil dari derajat , artinya pembagian masih belum selesai.
Rekomendasi
Agar teorema ini dapat lebih mudah dipahami, pembaca diminta untuk memahami Pembagian Euclid yang biasa terlebih dahulu, yaitu Pembagian Euclid pada bilangan bulat.
Contoh
Contoh 1
Nyatakan pembagian oleh dalam Pembagian Euclid.
Hasil bagi (quotient)
Sisa bagi (remainder)
Karena berarti habis dibagi oleh
Contoh 2
Nyatakan pembagian oleh dalam Pembagian Euclid.
Hasil bagi (quotient)
Sisa bagi (remainder)
Karena sementara maka pembagian sudah selesai.
Bukti
Ada dua hal yang harus dibuktikan, yaitu ada dan tunggal.
Maksudnya "ada" adalah bukti existence, yaitu:
Pada setiap pembagian polinomial oleh polinomial , pasti ada tepat satu pasangan polinomial dan , dimana adalah polinomial hasil bagi (quotient) dan adalah polinomial sisa bagi (remainder) yang memenuhi , dimana atau
Maksudnya "tunggal" adalah bukti uniqeness, yaitu:
Pada setiap pembagian polinomial oleh polinomial , pasti ada tepat satu pasangan polinomial dan , dimana adalah polinomial hasil bagi (quotient) dan adalah polinomial sisa bagi (remainder) yang memenuhi , dimana atau
Bukti Ada
Sebetulnya proses pembagian ini tidak ada bedanya dengan proses pemfaktoran. Secara intuisi, karena prosesnya sama dengan pemfaktoran, pasti ada pasangan dan yang memenuhi. Pada prinsipnya, kalau masih ada yang berderajat sama atau lebih tinggi dari , maka itu akan difaktorkan. Proses ini dilakukan terus menerus sampai semua sudah berderajat lebih rendah dari atau sampai tidak ada sisa bagi.
Bukti Tunggal
Pembuktian yang lebih penting adalah pembuktian tunggal. Mungkinkah ada lebih dari satu pasangan dan yang memenuhi?
Misalkan ada dua pasangan berbeda yang memenuhi, yaitu , dan ,
Ruas kiri
Perhatikan ekspresi
Kalau tidak sama dengan maka
Karena maka ekspresi sekurang-kurangnya berderajat sama dengan
Ruas kanan
Karena dan keduanya berderajat lebih rendah dari maka ekspresi pasti berderajat lebih rendah dari
Kesimpulan
Karena ruas kiri dan kanan mempunyai derajat polinomial yang berbeda, maka terjadi kontradiksi. Artinya asumsi di awal yang mengatakan "ada dua pasangan berbeda yang memenuhi" adalah salah. Dengan demikian, pasti hanya ada tepat satu pasangan dan yang memenuhi.