Pembagian Euclid Dalam Polinomial

Konsep Pembagian Euclid juga berlaku di dalam polinomial.

Pada setiap pembagian polinomial a(x) oleh polinomial b(x), pasti ada tepat satu pasangan polinomial q(x) dan r(x), dimana q(x) adalah polinomial hasil bagi (quotient) dan r(x) adalah polinomial sisa bagi (remainder) yang memenuhi a(x)=b(x)q(x)+r(x), dimana deg(r)<deg(b) atau r(x)=0

Penjelasan

deg(a) adalah fungsi untuk menentukan derajat (degree) tertinggi dari polinomial a(x)

Sebagai contoh:
Jika a(x)=x2+x+1 maka deg(a)=2, maknanya a(x) adalah polinomial derajat 2.
Jika a(x)=x3+5 maka deg(a)=3, maknanya a(x) adalah polinomial derajat 3.
Dan seterusnya..

Hal yang harus diperhatikan di dalam teorema ini adalah sisa bagi r(x).

Jika r(x)=0 artinya a(x) habis dibagi oleh b(x).

Jika r(x)0 maka derajat r(x) harus lebih kecil dari b(x). Jika masih belum lebih kecil dari derajat b(x), artinya pembagian masih belum selesai.

Rekomendasi

Agar teorema ini dapat lebih mudah dipahami, pembaca diminta untuk memahami Pembagian Euclid yang biasa terlebih dahulu, yaitu Pembagian Euclid pada bilangan bulat.

Contoh

Contoh 1

Nyatakan pembagian x3+8 oleh x+2 dalam Pembagian Euclid.

x3+8
=(x+2)x22x2+8
=(x+2)x2+(x+2)(−2x)+4x+8
=(x+2)x2+(x+2)(−2x)+(x+2)4
=(x+2)(x22x+4)+0

Hasil bagi (quotient) q(x)=x22x+4
Sisa bagi (remainder) r(x)=0

Karena r(x)=0 berarti x3+8 habis dibagi oleh x+2

Contoh 2

Nyatakan pembagian x4+3x3+10 oleh x2x dalam Pembagian Euclid.

x4+3x3+10
=(x2x)x2+4x3+10
=(x2x)x2+(x2x)4x+4x2+10
=(x2x)x2+(x2x)4x+(x2x)4+4x+10
=(x2x)(x2+4x+4)+4x+10

Hasil bagi (quotient) q(x)=x2+4x+4
Sisa bagi (remainder) r(x)=4x+10

Karena deg(4x+10)=1 sementara deg(x2x)=2 maka pembagian sudah selesai.

Bukti

Ada dua hal yang harus dibuktikan, yaitu ada dan tunggal.

Maksudnya "ada" adalah bukti existence, yaitu:
Pada setiap pembagian polinomial a(x) oleh polinomial b(x), pasti ada tepat satu pasangan polinomial q(x) dan r(x), dimana q(x) adalah polinomial hasil bagi (quotient) dan r(x) adalah polinomial sisa bagi (remainder) yang memenuhi a(x)=b(x)q(x)+r(x), dimana deg(r)<deg(b) atau r(x)=0

Maksudnya "tunggal" adalah bukti uniqeness, yaitu:
Pada setiap pembagian polinomial a(x) oleh polinomial b(x), pasti ada tepat satu pasangan polinomial q(x) dan r(x), dimana q(x) adalah polinomial hasil bagi (quotient) dan r(x) adalah polinomial sisa bagi (remainder) yang memenuhi a(x)=b(x)q(x)+r(x), dimana deg(r)<deg(b) atau r(x)=0

Bukti Ada

Sebetulnya proses pembagian ini tidak ada bedanya dengan proses pemfaktoran. Secara intuisi, karena prosesnya sama dengan pemfaktoran, pasti ada pasangan q(x) dan r(x) yang memenuhi. Pada prinsipnya, kalau masih ada x yang berderajat sama atau lebih tinggi dari b(x), maka x itu akan difaktorkan. Proses ini dilakukan terus menerus sampai semua x sudah berderajat lebih rendah dari b(x) atau sampai tidak ada sisa bagi.

Bukti Tunggal

Pembuktian yang lebih penting adalah pembuktian tunggal. Mungkinkah ada lebih dari satu pasangan q(x) dan r(x) yang memenuhi?

Misalkan ada dua pasangan berbeda yang memenuhi, yaitu q1(x), r1(x) dan q2(x), r2(x)

a(x)=b(x)q1(x)+r1(x)
a(x)=b(x)q2(x)+r2(x)
b(x)[q1(x)q2(x)]=r2(x)r1(x)

Ruas kiri

Perhatikan ekspresi q1(x)q2(x)

Kalau q1(x) tidak sama dengan q2(x) maka q1(x)q2(x)0

Karena q1(x)q2(x)0 maka ekspresi b(x)[q1(x)q2(x)] sekurang-kurangnya berderajat sama dengan b(x)

Ruas kanan

Karena r1(x) dan r2(x) keduanya berderajat lebih rendah dari b(x) maka ekspresi r2(x)r1(x) pasti berderajat lebih rendah dari b(x)

Kesimpulan

Karena ruas kiri dan kanan mempunyai derajat polinomial yang berbeda, maka terjadi kontradiksi. Artinya asumsi di awal yang mengatakan "ada dua pasangan berbeda yang memenuhi" adalah salah. Dengan demikian, pasti hanya ada tepat satu pasangan q(x) dan r(x) yang memenuhi.

Last updated: 10 August 2026